Hadiah Natal, Bolehkah?

HUKUM MENERIMA HADIAH ATAU MAKANAN DARI YAHUDI ATAU NASRANI DI HARI PERAYAAN MEREKA

Pertanyaan ke 2

Fatwa no 2882

Pertanyaan:

Apakah boleh bagi seorang muslim untuk memakan makanan yang disediakan oleh ahli kitab dan orang orang musyrik pada hari raya mereka atau menerima pemberian /hadiah dari mereka karena hari raya mereka?

Jawaban:

Tidak boleh bagi seorang muslim untuk menerima makanan yang dibuat oleh orang yahudi dan nasrani dan orang orang musyrik dihari raya mereka . Dan juga tidak boleh bagi seorang muslim menerima hadiah dari mereka yang diberikan sebab hari raya mereka karena hal itu berarti memuliakan mereka dan tolong menolong bersama mereka dalam menampakkan syi’ar syi’ar agama mereka dan melariskan kebid’ahan mereka dan ikut serta bergembira bersama mereka dalam perayaan mereka .

Hal itu akan membuat kita menjadikan hari raya mereka sebagai hari raya kita juga, atau minimal nya akan saling bergantian mengundang dan saling memberikan makanan dan hadiah pada hari raya masing-masing .

Ini merupakan bentuk fitnah dan kebid’ahan dalam agama. Sungguh telah sah hadits dari nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam :

Siapa yang mengada adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini maka tertolak
————–
SHAHIH AL BUKHARI 2550
SHAHIH MUSLIM 1718
SUNAN ABI DAUD 4606
SUNAN IBNU MAJAH 14
MUSNAD AHMAD 6/240

Dan seperti itu pula, tidak boleh memberikan sesuatu hadiah kepada mereka disebabkan perayaan mereka itu.

Billahit taufiiq..

Wa shallallaahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa sallam.

LEMBAGA TETAP UNTUK PEMBAHASAN ILMIAH DAN FATWA

Ketua : Abdul ‘Aziz bin Baaz
Wakil Ketua : Abdurrazzaq ‘Afifi
Anggota : Abdullah bin Qu’ud

 

TEKS ASLI FATWA

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺘﻮﻯ ﺭﻗﻢ ) 2882 ‏)

ﺱ :2 ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺄﻛﻞ ﻣﻦ ﺍﻷﻃﻌﻤﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻋﺪﻫﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻮﻥ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻋﻴﺪﻫﻢ ﺃﻭ ﻳﻘﺒﻞ ﻋﻄﻴﺔ ﻣﻨﻬﻢ ﻷﺟﻞ ﻋﻴﺪﻫﻢ؟

ﺝ :2 ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺄﻛﻞ ﻣﻤﺎ ﻳﺼﻨﻌﻪ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﺃﻭ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻷﻃﻌﻤﺔ ﻷﻋﻴﺎﺩﻫﻢ، ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻳﻀﺎ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻘﺒﻞ ﻣﻨﻬﻢ ﻫﺪﻳﺔ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﻋﻴﺪﻫﻢ، ﻟﻤﺎ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺗﻜﺮﻳﻤﻬﻢ ﻭﺍﻟﺘﻌﺎﻭﻥ ﻣﻌﻬﻢ ﻓﻲ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻌﺎﺋﺮﻫﻢ ﻭﺗﺮﻭﻳﺞ ﺑﺪﻋﻬﻢ ﻭﻣﺸﺎﺭﻛﺘﻬﻢ ﺍﻟﺴﺮﻭﺭ ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻋﻴﺎﺩﻫﻢ،
ﻭﻗﺪ ﻳﺠﺮ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻰ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺃﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﺃﻋﻴﺎﺩﺍ ﻟﻨﺎ، ﺃﻭ ﺇﻟﻰ ﺗﺒﺎﺩﻝ ﺍﻟﺪﻋﻮﺍﺕ ﺇﻟﻰ ﺗﻨﺎﻭﻝ ﺍﻷﻃﻌﻤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻬﺪﺍﻳﺎ ﻓﻲ ﺃﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻭﺃﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻗﻞ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﻭﺍﻻﺑﺘﺪﺍﻉ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ، ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ‍ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ :

“من ﺃﺣﺪﺙ ﻓﻲ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﻣﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﺭﺩ”

ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺍﻟﺼﻠﺢ ‏( 2550 ‏) ، ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ ﺍﻷﻗﻀﻴﺔ (1718 ‏) ، ﺳﻨﻦ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﺍﻟﺴﻨﺔ ‏( 4606 ‏) ، ﺳﻨﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﺍﻟﻤﻘﺪﻣﺔ ‏( 14 ‏) ، ﻣﺴﻨﺪ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ‏( 6/240)‏ .

ﻛﻤﺎ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻬﺪﻯ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﻋﻴﺪﻫﻢ .

ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ، ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ .

ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ ﺍﻟﺪﺍﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭﺍﻹﻓﺘﺎﺀ
ﺍﻟﺮﺋﻴﺲ : ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ
ﻧﺎﺋﺐ ﺍﻟﺮﺋﻴﺲ : ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﻋﻔﻴﻔﻲ
ﻋﻀﻮ : ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻗﻌﻮﺩ

Related Posts

Leave a Reply

× Hubungi Kami di Whatsapp