Tanda-Tanda Orang Yang Celaka

TANDA-TANDA ORANG YANG CELAKA

Berkata Imam Muhammad bin Fadhl Al Balkhi rahimahullah

: ” علامة الشقاوة ثلاثة أشياء: يرزق العلم ويحرم العمل، ويرزق العمل ويحرم الإخلاص، ويرزق صحبة الصالحين ولا يحترم لهم [1]“.

Tanda-tanda kebinasaan itu ada 3 : -diberikan rizki ilmu tapi terhalang untuk beramal

-diberikan rizki untuk beramal tapi terhalang dari ikhlas

-dan diberikan rizki berteman dengan orang sholeh tapi tidak bisa memuliakan mereka.”

__________________________

[1] Thobaqotul Auliya’; 1/300

Sungguh benar apa yang disampaikan oleh Imam Muhammad bin Fadhl Al Balkhi rahimahullah .

Pertama : Alangkah malangnya orang yang diberi karunia ilmu oleh Allah namun ilmu tersebut tidak mampu menjadi sebab dekatnya ia dengan Allah, dan ketika itu jadilah ilmu itu ilmu yang tidak bermanfaat, yakni ketika tidak lahir dari ilmu itu ketaatan dan amal shalih, disebabkan tanda ilmu itu bermanfaat adalah lahir darinya iman dan amal shalih.

Seseorang yang mengetahui bagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

« ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻄﺎﻉ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺘﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﻟﻮ ﺑﺸﻖ ﺗﻤﺮﺓ ﻓﻠﻴﻔﻌﻞ ‏»
-ﻣﺴﻠﻢ ﺭﻗﻢ : .1016-

Siapa diantara kalian yang mampu untuk membentengi dirinya dari api neraka walau hanya dengan sebelah kurma maka hendaklah ia lakukan

Namun ia bakhil sekali memberikan bantuan kepada orang-orang miskin yang kelaparan, maka ilmunya tentang hadits ini tidak bermanfaat.

Kedua : Alangkah malangnya seseorang yang bersemangat dalam beramal namun miskin dari keikhlasan.

ﺍﻹﺧﻼﺹ ﻫﻮ ﺭﻭﺡ ﺍﻟﻌﻤﻞ , ﻓﻌﻤﻞ ﻻ ﺇﺧﻼﺹ ﻓﻴﻪ ﻛﺠﺴﺪ ﻻ ﺭﻭﺡ ﻓﻴﻪ

“Ikhlash adalah ruhnya amal , maka amal yang tidak ada keikhlasan padanya seperti jasad yang tidak ada ruh dalamnya”

Amal yang kosong dari keikhlasan bagaikan jasad tanpa ruh, yang akan membusuk dan tidak bermanfaat sama sekali.

Apakah hakikat dari ikhlas itu?

Jawabnya, bahwa ikhlas itu adalah :

[أن لا تطلب على عملك شاهدا غير الله ولا مجازيا سواه ]

Bahwa engkau tidak menuntut adanya saksi yang menyaksikan dan orang yang membalasi amalanmu kecuali hanya Allah saja

Ketika seseorang tidak rela hatinya kalau Allah sajalah yang menjadi saksi atas amalannya dan yang membalasinya, dan butuh agar makhluk mengetahui dan membalasi amalannya, maka ketika itulah ia tidak ikhlas .

Sebagian ulama mengatakan :

“فمتى أفردت ربك بالطاعة ، ونسيت رؤية الخلق بدوام نظرك إلى الخالق ، فقد تحقق لك الإخلاص ”

Bila engkau mengesakan Rabb-mu dengan ketaatan , dan engkau lupa dengan pandangan makhluk karena terus menerusnya pandangan hatimu kepada Khaliq maka berarti ketika itu telah terealisasi keikhlasan itu bagi dirimu .

Terkait dengan dua perkara diatas, inilah doa yang selalu diamalkan dan diajarkan oleh Nabi kita sholallohu ‘alaihi wasallam yang penting untuk kita amalkan

” اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا “

Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat ,rizqi yang baik dan amal yang diterima .

___________________

HR. Ibnu Majah No.925

Ketiga : Betapa meruginya seseorang ketika ia memiliki teman yang shaleh tapi tidak ia memuliakannya, sehingga tidak ia mendapatkan keberkahan disebabkan pertemanannya tersebut, yakni meskipun ia memiliki teman yang shaleh namun tetap saja hidayah dan taufiq tidak menghampirinya dan tidak menjadi sebab terbukanya hatinya menerima kebenaran.

Lalu bagaimana kalau temannya adalah teman yang buruk.?

Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“الرجل على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل”
[Seseorang itu berdasarkan agama temannya, maka hendaklah seseorang melihat siapa yg ia jadikan teman]

_____________________________

(HR. Abu Dawud : 4833 , At Tirmidzi : 2378 dan dinyatakan shahih oleh syekh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah No. 927)

Pemuliaan seseorang terhadap orang-orang yang shaleh meskipun ia bukan bagian dari mereka, kadangkala menjadi sebab Allah berikan rahmat kepadanya.

Wallahu a’lam

Related Posts

Leave a Reply