Pentingnya Niat dalam Beramal (Bagian 2)

Adapun niat secara bahasa adalah tujuan dan keinginan. Adapun niat menurut pembahasan para ulama’ terbagi menjadi 2.

1.) Membedakan satu ibadah dengan ibadah yang lain seperti niat sholat dhuhur dan niat sholat asar, dan membedakan antara niat puasa bulan Ramadhan dengan niat puasa yang lainnya, dan membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan, seperti niat mandi janabah dengan mandi biasa.

2.) Membedakan maksud tujuan beramal. Apakah tujuan beramal untuk Allah semata atau untuk selainnya.

Dan ini lah yang menjadi pembahasan dalam hadits Rasulullah shalallahu a’laihi wa sallam.

Ungkapan niat disebutkan dalam Al-Qur’an dengan lafad irodah/keinginan.

مِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلدُّنۡيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلۡأٓخِرَةَۚ

Di antara kamu ada orang yang menginginkan dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menginginkan akhirat.

-Surat Ali ‘Imran, Ayat 152

تُرِيدُونَ عَرَضَ ٱلدُّنۡيَا وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلۡأٓخِرَةَۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٞ

Kamu menginginkan harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

-Surat Al-Anfal, Ayat 67

Dan terkadang kata niat diungkapkan dengan lafad ibtigo’/mengharapkan ridho Allah.

وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ ٱللَّهِۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ

Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari ridha Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizhalimi.

-Surat Al-Baqarah, Ayat 272

Diterimanya suatu amalan dan rusaknya suatu amalan tergantung tujuan ia dalam beramal, apabila ingin mencari sanjungan manusia dan tujuan dunia lainnya dan tidak mencari keridhoan Allah maka ia tidak mendapatkan pahala dari amal yang dikerjakan.

📚جامع العلوم والحكم

 

🖋 Ustadz Adevico

Related Posts

Leave a Reply