Solusi Menghadapi Kenaikan Harga Barang Menurut Konsep Islam

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله , أما بعد

Kehidupan yang kita lalui ini, adalah kehidupan yang penuh dengan ujian dari Allah Ta’ala, agar Allah melihat siapa yang kembali dan meminta pertolongan kepada-Nya. Diantara ujian dari Allah adalah susahnya mendapatkan kebutuhan hidup, dan hidup dalam kekurangan :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”
[Surat Al-Baqarah 155]

Diantara sebab dari kekurangan tersebut adalah karena tingginya harga barang. Namun ketahuilah bahwa keyakinan seorang muslim adalah bahwa Allah Dia lah pada hakikatnya yang menaikan dan menurunkan harga barang sebagaimana sabda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ

Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Menetapkan harga, Yang Menyempitkan dan Yang Melapangkan rizki dan Yang Memberi rizki
___
HR. Abu Daud : 3451 At-Tirmidzi : 1314

Sikap Seorang Muslim Dan Solusi Menghadapi Kondisi Ini

1- Aqidah yang mesti kokoh dalam diri seorang muslim bahwa Allah Dialah yang memberi rizki makhluk-Nya, Dia menyempitkan rizki siapa yang Ia kehendaki dan melapangkan rizki siapa yang Ia kehendaki. Ditangan-Nya lah seluruh kebaikan, kekayaan dan karunia:

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

“Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya”
____
[Surat Al-Isra’ 30]

Karena itu aqidah ini mengharuskan seorang muslim kembali kepada Allah ketika diuji dengan hal seperti ini :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)”
___
[Surat Al-Baqarah 156]

2- Hendaklah seorang muslim, bertaubat dari sikapnya yang berpaling dari mentaati Allah karena setiap bentuk sikap berpaling dari Allah menghasilkan kesempitan dan kesusahan :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
___
[Surat Tha-Ha 124]

3- Hendaklah seorang muslim bersungguh-sungguh dalam menegakkan sholat yang ia merupakan ibadah yang menghubungkan seseorang dengan Allah, dimana Allah Ta’ala berjanji akan memberikan rizki kepada orang yang menegakkan sholat :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”
___
[Surat Ta-Ha 132]

Berkata Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menafsirkan ayat ini :

قوله ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ يعني إذا أقمت الصلاة أتاك الرزق من حيث لا تحتسب كما قال تعالى” ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب”
Firman-Nya yang berbunyi “Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu” maknanya : : Jika engkau menegakkan sholat niscaya rizki akan mendatangimu dari arah yang tidak engkau sangka-sangka. sebagaimana Dia Yang Maha Tinggi berfirman :

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”

Dan sholat yang dituntut disini adalah sholat yang menghasilkan ketaqwaan kepada Allah.

Karena itu hendaklah seorang muslim bertaqwa kepada Allah, karena taqwa sebaik-baik bekal dan sebab yang mendatangkan rizki dari Allah :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
————
[Surat Ath-Thalaq 2 – 3]

4. Bertawakkal dengan sebenarnya kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ ..
“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”
____
[Surat Ath-Thalaq 3]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ , تَغْدُو خِمَاصًا ، وَتَرُوحُ بِطَانًا

“: “Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rizqi kepada kalian, sebagimana Dia telah memberikan rizqi kepada burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.”
_____
Musnad Ahmad- Shahihul Jami’

5- Hendaklah memperbanyak istighfar kepada Allah, sebagaimana Allah janjikan bagi orang yang beristighfar dan kembali kepada-Nya :

‎ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6- Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang sedikit, niscaya Allah akan menambah nikmat tersebut.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(Surah Ibrahim : 7)

7- Perbanyaklah shadaqah, karena Allah akan mengganti dengan yang lebih baik :

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

8- Bersikap Qana’ah-lah dalam hidup ini, dan jangan mengangankan sesuatu yang sebenarnya kita tidak terlalu butuh kepadanya, karena gaya hidup bisa membuat seseorang selalu merasa kurang dan akhirnya memboroskan harta untuk sesuatu yang tidak perlu.

9- Bantulah muslim lain yang sedang kesulitan baik secara materi, pikiran dan sebagainya. Nabi bersabda :

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ ، يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Siapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang mu’min dari kesusahannya didunia maka Allah akan menghilangkan darinya kesusahannya pada hari kiamat, dan siapa yang memberi kemudahan bagi orang yang dalam kesulitan maka Allah akan memudahkannya dunia dan akhirat”

Related Posts

Leave a Reply