Batasan Seseorang Dianggap Mendapatkan Waktu Sholat

Oleh : Ustadz Ade Vico (Alumni STDI Jember)

🔶 MATAN HADITS

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصُّبْحِ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ، وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ »

Rasulullah sholallahu a’laihi wa sallam bersabda : “Siapa yang menjumpai satu rakaat dari sholat subuh sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan sholat subuh dan siapa yang mendapatkan satu rakaat dari sholat a’sar sebelum terbenam matahari maka dia telah mendapatkan sholat ashar.

_______________

HR. Muslim No. 608 dan Ibnu Majah No. 700 (lafazh milik Muslim) dari sahabat abu huroiroh radhiyallahu a’nhu dan ‘Aisyah radhiyallahu a’nha

🔶 SYARAH HADITS

Hadits diatas menjelaskan tentang batasan akhir seseorang mendapatkan sholat subuh dan ashar. Yaitu apabila seseorang melaksanakan sholat ashar pada rakaat yang pertama sebelum matahari terbenam maka ia telah mendapatkan sholat ashar, walaupun pada rakaat setelahnya matahari sudah terbenam.

Dan seseorang dianggap mendapatkan sholat subuh, apabila ia telah melaksanakan satu rakaat sebelum matahari terbit.

Dan yang dimaksud satu rakaat disini, apabila ia telah melakukan secara sempurna dari berdiri, ruku’, sujud maka ia telah mendapatkan satu raka’at,

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh syaikh abdul kariim bin abdillah bin abdirrohman dalam syarh muwatto’.

والمراد بالركعة هنا الكاملة بقيامها وركوعها وسجدتيها، فإذا أدرك الركعة كاملة أدرك الوقت، وبهذا قال جمع من أهل العلم، وهو ما يدل عليه الحديث، جاء في الصحيح: ((من أدرك سجدة)) ((من أدرك سجدة)) بدل ركعة، وبهذا يستدل من يقول: إنه يدرك الوقت بإدراك أي جزء من الصلاة، وهذا نسبه النووي للجمهور.

Dan yang dimaksud dengan raka’at disini adalah raka’at yang sempurna, dari mulai berdiri, ruku’ dan sujud maka apabila ia mendapatkan raka’at secara sempurna maka ia telah mendapatkan waktu sholat dan dengan ini para ahli ilmu mengatakan sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits ((siapa yang mendapatkan satu sujud)) sujud dalam hadits pengganti dari raka’at. Oleh karena ada yang berdalil bahwa ia mendapatkan waktu sholat dengan mendapatkan satu bagian dari sholat teresebut, dan ini oleh imam nawawi dinisbatkan kepada jumhur ulama’.[1]

Maka apabila ia tidak sempurna dalam raka’atnya, kemudian matahari sudah terbit atau terbenam maka ia tidak dianggap mendapatkan sholat dan tidak dianggap menunaikan kewajiban sholat.

Bukan berarti seorang muslim bermudah-mudahan dalam melaksanakan sholat sehingga menunggu batas akhir waktu sholat.

Hadits diatas bukan menjadi sebuah dalil untuk mengakhirkan sholat dari waktunya tapi apabila ada sesuatu yang tidak dapat ia hindari sehingga ia sholat menjelang akhir waktunya maka islam memberikan kelapangan, sebagaimana yang terjadi terhadap nabi dan para sahabatnya, yang mana mereka tertidur dari sholat subuh sampai terbit sinar matahari. Dan hal itu tidak dijadikan kebiasaan oleh nabi dan para sahabatnya, karena kejadian tersebut hanya sekali.

———————

[1] Syarh muwatto’ ;1/26.

Related Posts

Leave a Reply